keluarga?
apa sih yang kalian pikirkan ketika mendengar kata itu?
mungkin kalian akan berpikir bahwa keluarga adalah rumah, keluarga adalah tempat dimana kalian berlindung dan menyampaikan keluh kesah kalian, keluarga adalah tempat berbagi kebahagiaan.
sebenarnya artian tersebut tidaklah salah. pengertian kata tersebut adalah arti yang sebenarnya. akan tetapi, jika ditambahkan dengan imbuhan ke-an yang membentuknya menjadi kekeluargaan, hal itu merubah makna sebenarnya.
ketika yang pertama kali kita pikirkan saat mendengar kata "keluarga" adalah identik dengan ayah, ibu, adik, kakak, dsb, maka setelah mendengar kata tersebut ditambahkan imbuhan menjadi "kekeluargaan" akan terjadi perubahan perspektif pula.
seperti yang ku alami saat ini..
awalnya aku merasa beruntung diterima di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). ya termasuk orang yang beruntung lah bisa diterima masuk ke Universitas Negeri, sementara banyak orang diluar sana yang berlomba-lomba untuk masuk perguruan tinggi negeri namun gagal dan akhirnya berujung pada perguruan tinggi swasta.
awalnya aku merasa senang. namun pada akhirnya terasa beban masuk di universitas negeri.
salah satu temanku berkata; "kalo di univ negeri itu banyak mahasiswa abadi nya lho!"
aku biasa-biasa saja menanggapi perkataan temanku itu karena aku yakin pasti bisa. aku yakin, diawal.
namun, lama-kelamaan aku menjadi takut jikalau apa yang dikatakan temanku itu akan terjadi padaku.
sebenarnya hal tersebut bukan karena aku berkuliah di universitas negeri, namun karena jurusan yang aku pilih sesungguhnya bukanlah minatku yang sebenarnya.
Jurusanku adalah fisika.
mengapa aku memilih fisika jika itu bukan minatku?
sejak kecil aku merasa ahli dibidang eksak, hitung-menghitung. sejak kecil pun nilaiku selalu bagus dibidang matematika. namun tidak dibidang ipa.
ketika masuk ke bangku sma, barulah aku mulai menyukai ipa karena disana ada mata pelajaran kimia.
nilai rapor ku selalu bagus saat itu, dan nilai tertingginya adalah kimia, disusul dengan nilai matematika.
jujur saja, mata pelajaran yang kusukai sebenarnya bergantung pada siapa pengajarnya, apakah cara mengajarnya asik, atau....?
ketika lulus sma, aku sangat berniat mengambil penjurusan teknik Industri di Universitas Indonesia. itu adalah pilihan pertamaku saat mengikuti test SNMPTN tulis. saat itu aku kebingungan untuk menentukan apa pilihan keduaku.
karena kedua orangtuaku menginginkan aku untuk tetap stay di Jakarta, tidak usah kost, akhirnya aku memilih UNJ. dengan jurusan yang belum diketahui.
saat itu aku berada didekat sahabatku, aku bingung aku harus memilih jurusan apa. tetapi tentunya aku akan memilih fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, karena aku ahli dibidang eksak kala itu.
karena bingung harus memilih jurusan apa diantara matematika, kimia, atau fisika, aku tak begitu suka biologi karena membutuhkan kemampuan menghafal, akhirnya sahabatku itu mencetuskan "fisika aja pi!"
kemudian aku teringat akan guru fisika ku yang super baik dan sangat mengerti. beliau adalah sosok bapak idaman untukku, beliau juga merupakan sosok guru idamanku, aku suka gaya mengajarnya, dan beliau juga sangat memotivasiku.
sebelum diterima di Fisika UNJ, aku meminta doa restu darinya dan akhirnya aku menetap di jurusan Fisika UNJ hingga kini.
walaupun kebanyakan duka yang kualami akibat nilai akademik yang turun drastis di semester awal, disana aku mempunyai banyak teman baik, aku banyak belajar dari pengalaman disana.
ketika merasa agak putus asa akibat Indeks Prestasi yang agak dibawah rata-rata (2,57 saja) karena nilai Fisika Dasar I dan Kalkulus yang hanya mendapat predikat Cukup, jujur saja aku ingin sekali mengikuti test perguruan tinggi di tahun depan dengan memilih jurusan lain. aku merasa tak mampu di fisika, terlalu berat untukku.
namun aku sudah merasa nyaman dengan lingkungan sekitarku. teman-teman yang asyik, lingkungan yang asri. dan kemudian aku mencoba mengikuti sebuah organisasi disana, aku tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan, hingga kini sudah sekitar 4 bulan. dan aku rasa, organisasi tersebutlah yang membuatku tetap bertahan di fisika UNJ.
ketika ingin meninggalkan fisika UNJ, rasanya berat sekali untuk melepaskan keluarga disana. teman-teman yang selalu ada untuk mendukungku, teman curhat, teman ngobrol, teman dalam berdiskusi, teman dalam kepanitiaan, teman sedepartemen, kakak tingkat dan sebagainya. aku merasa sudah terlalu cinta dengan fisika UNJ.
bukan fisika UNJ dalam arti sebenarnya, namun lingkungannya, orang-orang yang berada didalamnya, mahasiswanya, teman-teman dan kakak-kakak tingkatku yang baik hatinya.
terkadang ada beberapa keanehan yang dimiliki fisika UNJ, yang juga sudah diakui oleh jurusan-jurusan lain. namun hal itu tak membuatku mengurangi cintaku pada fisika UNJ. aku justru semakin mencintainya karena ciri khas keanehan yang dimiliki. bagiku kami bukanlah aneh, kami unik, dan kami satu-satunya.
mungkin dengan rasa kekeluargaan yang ditanamkan di jurusan ini, dapat memicu semangat belajar kami. hingga pada semester 2 ini aku mengalami kenaikan Indeks Prestasi. walaupun tak terlalu besar kenaikannya, namun sudah cukup membuatku senang dan merasa semangat kembali. berharap di semester depan dan seterusnya pun akan terus ada kenaikan, dan kenaikan yang semakin menambah semangat belajarku.
aku hanya berharap dengan adanya organisasi disekelilingku, bukan membuat kemampuan akademisku menurun, justru meningkat karena antara sosial dan eksak saling bersinergis.
I LOVE YOU PHYSICS STATE UNIVERSITY OF JAKARTA.
I'M PROUD.
No comments:
Post a Comment